Sabtu, 15 Februari 2014

_LOVE IS PAIN_ P13

mau liat yang lebih lengkapnya klik di sini https://www.facebook.com/eddliienx?sk=notes
RCL!!

Cast:
Bisma karisma
Ilham fauzie
Reza anugrah
Rafael Tan
Dicky prasetyo
Rangga moela

Luna
Velita
Kiki
Novit
Ria
Thessa


"Hadapilah apa yang terjadi. Semua takdir sereorang sudah ada yang mengatur! Semuanya punya jalan tersendiri." @MyAnnaluna -

part12

Bisma menatap sendu buku harian Sasa yang ia pegang.
"Bis.." Rafael datang dan duduk di samping Bisma.
"Eh loe Raf. Ada apa?" Tanya Bisma menoleh ke arah Rafael.
"Gak ada apa-apa sih! Gue cuma mau ajak loe. Loe mau ikut gak?"
"Kemana?"
"Kerumah Sasa! malam ini di rumahnya ada tahlilan."
"Buat apa loe kesana Raf?"
"ya gue cuma mau turut berduka cita aja! dan gue ngehargain kiki yang udah ngundang gue buat datang."
"Kiki? siapa dia?"
"Dia kakaknya Sasa. Orangnya baik banget. jadi gimana loe mau ikut gue?"
"nggak!" tolak Bisma.
"Kenapa?"
"Gue gak punya muka buat datang ke sana!"
"Jadi loe ngerasa bersalah?"
Bisma terdiam menunduk.
"Bukannya loe sendiri yang bilang kalau itu takdir! loe sendiri bilang Sasa itu gak berati buat loe! So, kalau loe gak merasa bersalah seharusnya loe datang dan tunjukin muka loe itu di keluarga Sasa!!" Ujar Rafael. Memang beberapa waktu yang lalu Bisma mengatakan itu pada Rafael. Saat itu Rafael menanyakan bagaimana perasaan Bisma setelah tahu bahwa ada yang mencintainya lebih dari fans.
"Ya udah terserah loe mau ikut atau ngk. Gue gak maksa!!" Rafael pun meninggalkan Bisma yang terdiam.
***
"Raf, Loe mau kemana?" Tanya Reza yang saat itu melihat Rafael keluar dari beskem.
"Gue mau ke rumah sasa!"
"Kerumah sasa? ngapain?" Tanya Dicky yang kebetulan tengah bersama Reza dan disana pun ada Ilham.
"kepo ah, kalau mau tahu mending loe ikut aja gue. Gimana mau gak? Gue sendiri nih. Si Rangga lagi ada urusan."
"gue mau ikut!" ucap Reza dengan cepat.
"loe Dikdong mau ikut gak?" tanya Rafael.
"hmm..." Dicky nampak tengah berfikir.
"ah loe kelamaan Dik mikirnya." protes Rafael.
"loe ikut gak ham?" tanya Reza pada Ilham.
"nggak deh!!" tolak ilham.
"ya udah gue dan Reza pergi dulu." Rafael dan Reza pun memasuki mobil mewah milik Rafael.
"eh gue ikut deh!!" ujar Dicky kemudian, pemuda itu langsung masuk dan duduk di jok belakang mobil Rafael.
***
"acaranya kapan di mulai Lun??" tanya velita. Gadis itu saat ini memang sudah berada di rumah Luna lebih tepatnya di kamar Luna di sana pun ada Kiki.
"mungkin jam 9 inikan baru jam 8.30" ujar Luna.
"oh.."
"eh vi, kamu tadi kok pulang gak bilang-bilang kita sih?" ujar kiki. "iya nih. Kita kan jd nyariin sampe aku ke pisah sama kak kiki huhuhu.." luna pun ikut bersuara.
"hehehe... Maaf ya, tadi aku buru-buru sih."
"hemm.." luna dan kiki mengendus kesal. 'drrtt.. Drrtt' tiba-tiba saja handphone kiki bergetar petanda sebuah sms masuk.

From: Rafael
kiki gue udah di depan rumah loe nih mau masuk kayanya gue malu deh hehe.. Bisa keluar gak loe?

Kiki terkekeh kecil setelah membaca pesan dari rafael.

TO: Rafael.
OK, tunggu ya.
SEND.

"kenapa kak? Kok ketawa sendiri?" tanya luna melihat kakaknya itu tertawa sendiri.
"kita ke bawah yuk?" bukannya menjawab kiki malah mengajak luna dan velita untuk keluar dari kamar luna.
"ogah ah males!!" tolak velita.
"iya, lagian acaranya juga masih lama kali kak." sahut luna.
"ah pada bawel dan rese nih. Ayook ah.." kiki menarik tangan luna dan velita untuk ikut bersamanya.
***
"gak nyangka ya kak rafael sama kak rangga mau datang ke pemakamam nya kak sasa." ujar thessa.
"iya aku makin suka deh sama mereka berdua." sahut Ria.
"tapi kok mereka cuma berdua? Kata kalian berdua mereka ber6." novit pun angkat suara. Saat ini ria, thessa dan novit tengah berada di kamar novit.
"ya emang mereka ada 6 tapi empat lagi gk tahu kemana ada urusan kali." kata ria.
"dan salah satunya dicky-dicky itu kan? Yang kamu katanya cinta mati banget sama dia." goda novit hingga membuat pipi ria bersemu.
"eh liat deh di luar ada kak dicky, kak reza sama kak rafael." ujar thessa tiba-tiba. Kebetulan saat ini thessa tengah berdiri di jendela kamar novit dan melihat rafael, reza dan dicky yang tengah berada di luar.
"yang benar Tes?" tanya ria antusias.
"yang mana sih dicky-dicky itu aku pengen tahu." ucap novit. Gadis itu hendak berjalan kedekat jendela namu ria menarik tangan novit.
"kita ke bawah aja deh." ria berlari kecil menarik tangan novit. Dan novit pun menarik tangan thessa. "eh." ujar thessa.
***
"maaf nunggu lama." ujar kiki yang kini sudah berada di hadapan rafael. Rafael pun tersenyum ke arah gadis itu. Dicky hanya menatap kiki dan luna secara bergantian begitu pun dengan reza, pemuda itu juga menatap luna dan kiki secara bergantian namun seketika reza menatap velita dan memberi senyum pada gadis itu. Velita sendiri menatap sinis ke arah reza dan bersembunyi di belakang luna. Luna merasakan sesuatu yang aneh pada velita, sepertinya velita menahan rasa takut dan emosi. Pasalnya velita memegang kuat tangan luna. Luna mengikuti arah bola mata velita yang menatap reza dengan tajam.
"gak apa-apa. Santei aja Ki." ujar rafael.

RCL.
TBC.
@myannaluna

Tidak ada komentar:

Posting Komentar