Ngaret gak? Nggak kan? Simak aja yuks..
RCL!
"jika cinta itu anugrah, maka izinkan lah aku untuk jatuh cinta tanpa harus mengenal kata love is pain!" @Myannaluna.
Part12
"eh enak aja! ini punya aku! aku duluan yang liat itu!!" ujah novit.
Tangan novit mau pun tangan pemuda itu sama-sama memegang buku novel
itu.
"eh denger ya gue juga udah dari tadi kalee liat nih novel cuma belum gue ambil aja."
"Ya berati ini milik aku dong."
"enak aja! gak bisa gitu dong ini punya gue!!"
"apaan? gak!! gak!! ini punya Aku!!"
"enak aja! gak bisa! ini punya gue!!"
novit dan pemuda itu saling berebutan buku novel itu.
***
"duh.. Kak kiki kemana ya? kok malah jadi kepisah kaya gini sih!"
Ujar Luna, gadis itu menjadi bingung sendiri. niatnya ingin mencari
velita dan memutuskan untuk berpencar dengan kiki namun luna malah
tersesat di mall besar itu.
"aaaah.. kak kiki dimana sih? Aku kan sendirian!" duh, Luna itu
seperti anak kecil saja mendumel gak jelas karena terpisah dengan kiki.
Mata gadis itu mencari-cari sosok kiki di semua sudut mall sampai
akhirnya karena tak memperhatikan jalan Luna menabrak seseorang pemuda.
"bbruukk" "aduh.." Ucap pemuda itu.
"aaauuw.." rintih luna. Pantat gadis itu terbentur keras ke lantai.
Luna berdiri dan mengusap-ngusap pantatnya itu begitu pun dengan pemuda
yang bertabrakan dengan luna, pemuda itu berdiri dan menatap luna dengan
tatapan ingin menerkam.
"Punya mata gak sih loe?" Ujar pemuda itu.
"punya nih." dengan polos Luna menunjuk kedua bola matanya. pemuda itu menggelengkan kepalanya.
"masih berfungsi kan matanya? bisa ngeliat kan?"
"bisalah.." entah polos atau apa luna ini, gadis itu begitu terlihat santai menanggapi pemuda itu.
"terus kenapa loe nabrak gue?? kalau punya mata dan matanya masih
berfungsi itu di pake jangan cuma di jadiin pajangan doang! ngerti?"
Ujar pemuda itu berlalu pergi dari hadapa luna.
"dasar cowok jelek! cowok badut! idung pesek! nyebelinnnn!!" Luna sedikit menggurutu.
"Apa loe bilang??"
"Ouuupss.." Luna menutup mulutnya. Ternyata pemuda itu mendengar semua ucapan luna. Pemuda itu kembali ke hadapan luna.
"Gak apa-apa! emang aku bilang apa?"
"loe itu polos apa pura-pura bego sih?"
"heum.. dua-duanya kali ya."
"Dasar cewek bego!!"cibir pemuda itu.
"What? kamu bilang apa?"
"cewek bego, kenapa?"
Luna menatap pemuda itu dengan sinis baru kali ini ada seseorang
yang ngatain luna cewek bego. Mana ada cewek bogo calon dokter? hahaha.
"kamu tuh cowok badut! jelek! pesek! rese! nyebeliiiiinn!!" Ujar
luna, gadis itu menginjak kaki pemuda itu kemudian Ia berlalu pergi dari
hadapan pemuda itu. "dasar gila! sakit nih kaki gue!" keluh pemuda itu.
***
"ya udah deh novel itu buat kamu aja!!" Akhirnya novit mengalah. Gadis itu menyerahkan novel itu kepada pemuda itu.
"serius ini buat gue?" tanya pemuda itu meyakinkan. Novit mengangguk mantap.
"Makasih ya?"
"Ok, sama."
"Loe ngalah ke gue karena loe fans gue kan?"
"hah.. fans? enak aja. emang kamu siapa pake so-so_an punya fans segala!"
"loe kenal gue kan?"
"kenal? ngk! baru juga sekarang aku liat kamu. emang kamu siapa?
anak presiden indonesia atau cucu presiden indonesia? kalau iya kok aku
gak tahu ya?"
"whatt? loe gak tahu gue??" tanya pemuda tak percaya. "masa sih loe gak kenal gue?" tanya pemuda itu meyakinkan.
"nggak! Emang loe orang penting apa? Sampe aku harus kenal sama kamu!!" ketus novit.
"udah ah kalau kamu mau buku itu ambil aja deh!!" ujar novit berlalu pergi dari hadapan pemuda itu.
"gila tuh cewek gak kenal sama gue! Gue Dicky Smash kale.. !!" ucap pelan pemuda itu yang ternyata Dicky.
***
langit yang cerah kini telah berubah menjadi galap gulita. Sedari
tadi gadis itu hanya memikirkan perkataan reza. Velita, gadis itu
membayang kan kejadian tadi siang di mall.
"Gue suka sama loe sejak pertama kali gue liat loe! Dan ntah dari
mana rasa cinta itu datang buat loe dari gue." kata-kata reza itu kini
terniang-niang di daun telinga velita. Saat reza melepaskan ciuman nya
itu, pemuda itu menyatakan perasaan nya ke pada velita lalu pergi begitu
saja dari hadapan velita dan velita pun memutuskan untuk pulang.
"dasar cowok berengsek!! Bajingan!! Seenaknya dia cium gue!!" Ucap velita dengan emosinya yang mengebu.
"Aku gak percaya sama ucapan cowok gila itu." lanjutnya. Gadis itu bangkit dari atas ranjangnya.
"mending kerumah luna aja deh! Kan sekarang ada pengajian di rumah
luna." velita melangkah kan kakinya keluar kamar. Gadis itu memutuskan
untuk berkunjung ke rumah sahabatnya.
***
Dear Bisma..
Aku telah sampai pada puncak. Puncak dimana aku behenti untuk
mengharapkan mu, untuk menjadi milik ku. Marah, sebal, kecewa, sakit!!
Semua itu sudah ku rasakan! Aku tak pernah menyalah kan cinta walau pada
kenyataanya cinta selalu membuat ku tersakiti sampai aku mati. Bisma,
jika kau membaca ini apa kah kamu akan membalas cinta ku?? Aku rasa
tidak! Makasih untuk luka yang perih ini.
-love sasa-
Bisma, pemuda itu baru saja membaca diary milik sasa.
TBC.
By @myannaluna see u.. Next time
Tidak ada komentar:
Posting Komentar