"Aku tak pernah menyangka ini akan terjadi kepada ku tuhan." @Myannaluna -
***
Dear bisma..
Hati ini sangat senang di kala aku akan bertemu dengan mu, hati ini
sangat bahagia di kala aku akan melihat mu. Sungguh ini seperti mimpi
bis, aku senang banget, bahagia banget! Karena besok aku akan bertemu
dengan kamu! Vivi, dia nepatin janjinya ke aku. Vivi udah beliin aku
tiket konser smash! Walau awalnya vivi gak mau tp mana tega dia melihat
sahabatnya galau, akhirnya dia mau beliin aku tiket. Aku sayang km vivi
dan aku cinta bisma <3
-love sasa-
Dear diary..
Aku gak pernah menyangka bahwa ini akan terjadi sama aku! Aku benci
mengapa harus aku yang mengalaminya tuhan? Mengapa disaat aku ingin
bertemu dengan nya, aku malah tersiksa? Aku semakin tersiksa dan
menderita! Aku benci kamu bis! Benci banget! Tapi aku juga cinta banget
sama kamu! Aku benci dengan perasaan ini! Sangat benci!
-love sasa-
Dear bisma..
Mungkin aku akan bernasib sama dengan zifanya sahabat kecil ku. FA,
aku mau nyusul kamu boleh? Fa, aku kangen kamu, kamu baik-baik aja kan
di sana? Fa, kayanya aku sama kaya kamu pergi tanpa melihatnya. Aku
pengen curhat sama kamu fa, cuma kamu yg bisa ngertiin aku, tunggu aku
di tempat terindah ya Fa? Kita pasti bertemu Fa! Tunggu aku!
-love sasa-
Selembar demi selembar ketas yang terdapat sebuah kata demi kata dan
menjadi sebuah cerita ungkapan isi hati dari seorang gadis yang bernama
sasa. Bisma, pemuda itu lah yang tengah membaca isi diary sasa 'tes'
satu tetes kristal bening menitih dari matanya. "aaaarrrggg...."
jeritnya frustasi.
"gue udah pernah bilangkan? Suatu saat loe akan ngerasain apa yang
gue rasain bis." ujar ilham yang memperhatikan bisma dari ke jauhan.
***
Pagi ini langit terlihat begitu cerah. Pemakaman sasa pun akan di
laksanakan pagi ini juga. Tepat pukul 08.00 jasad sasa akan di makam kan
di tempat pemakaman umum di kota jakarta. Semua kerabat sudah
berkumpul, disana sudah terlihat nyonya ratna, tuan hadi, nyonya sinta
dan tuan hendra orang tua dari velita dan Ria. Disana juga terlihat
sudah ada ria, thessa, novit, Rafael, Rangga dan tentunya velita.
Velita, gadis itu sedari tadi terus menangi di pelukan novit. Novit pun
ikut menangis, gadis itu merasa kehilangan sesosok seorang kaka untuk ke
dua kalinya. Perlu di ketahui keluarga velita, zifanya, sasa dan luna
sudah seperti keluarga jadi tidak heran bila salah satu di antara mereka
ada yang terjatuh maka semuanya ikut terjatuh. " vel.." seseorang
memanggil velita. Gadis itu langsung menoleh ke sumber suara. "kak
kiki.." petiknya. Velita langsung berlari kecil dan langsung berhamburan
memeluk kakaknya itu. "sasa kak sasa hiks" isaknya.
"iya vel, kakak tahu" ujar kiki dengan lirih ke dua gadis itu saling
memelu dengan erat. Keduanya terisak dalam ke hilangan, menumpahkan
rasa sedihnya dengan menangis. Semua orang yang berada disana melihat
penuh haru dan pilu ke arah kiki dan velita. "kiki? Siapa dia?" ujar
rangga dalam hati. Cukup lama kedua gadis itu berpeluka seorang gadis
lain pun muncul. "vivi.." sapanya. Velita yang merasa nama kecilnya di
panggil pun menoleh. "jahat sekali kamu luna! Sudah ku bilang aku tak
mau di panggil vivi!!" ujar velita. Luna, gadis yang tadi memanggil
velita dengan sebutan vivi pun tersenyum dan menghapus butiran bening
yang menghiasi wajahnya. "tak mau kah peluk aku?" ujar luna. Tanpa harus
menjawab velita langsung memeluk luna. "jangan memanggil ku vivi lagi!
Karena pipi aku udah gak tembem lagi!" perotes velita. "biarin dong, kan
sekarng yg akan manggil km vivi itu cuma aku seorang aja" sedikit ada
candaan disana. Velita tidak menjawab dan terdengar isak tangis ke dua
gadis itu. "hiks...hiks..." "kita harus ihklas" bisik luna pada velita.
Velita, gadis itu hanya mengangguk saja.
***
pemakaman sasa sudah selesai sejak setengah jam yang lalu. Semua
sahabat dan kerabat sudah berhamburan untuk pulang termasuk tuan hendra,
nyonya sinta, tuan hadi dan nyonya ratna. Namun, tidak bagi luna, kiki,
velita, rafael dan rangga. Mereka berlima masih betah berada di
pemakaman itu. Luna, gadis itu menatap sendu ke arah makam yang
bersebelahan dengan makam sasa. Luna pun ikut menabukan bunga di makam
itu.
"Fa, maafin aku ya? Karena aku gak ada saat pemakaman kamu" ujar luna.
"maafin kak kiki juga ya Fa? Kak kiki pulang ke sini belum bawa
gelar kaka sebagai janji kaka ke kamu. Maaf juga kaka gak bisa datang
pas km pergi." ujar kiki yang memandang makam zifanya. Yap..makam sasa
dan zifanya memang bersebelahan. "semoga kalian berdua tenang di alam
sana" seru luna. "hy.." tegur kiki pada rangga karena Sejak dari tadi
rangga hanya diam dan memperhatikan kiki.
"anda siapa? Kok anda dengan dia belum pulang" tanya kiki pd rangga.
END ya? Bye@Myannaluna
Tidak ada komentar:
Posting Komentar