Jumat, 29 November 2013

_LOVE IS PAIN_ P8

"Aku tak pernah menyangka ini akan terjadi kepada ku tuhan." @Myannaluna -
***
Dear bisma..
Hati ini sangat senang di kala aku akan bertemu dengan mu, hati ini sangat bahagia di kala aku akan melihat mu. Sungguh ini seperti mimpi bis, aku senang banget, bahagia banget! Karena besok aku akan bertemu dengan kamu! Vivi, dia nepatin janjinya ke aku. Vivi udah beliin aku tiket konser smash! Walau awalnya vivi gak mau tp mana tega dia melihat sahabatnya galau, akhirnya dia mau beliin aku tiket. Aku sayang km vivi dan aku cinta bisma <3
-love sasa-

Dear diary..
Aku gak pernah menyangka bahwa ini akan terjadi sama aku! Aku benci mengapa harus aku yang mengalaminya tuhan? Mengapa disaat aku ingin bertemu dengan nya, aku malah tersiksa? Aku semakin tersiksa dan menderita! Aku benci kamu bis! Benci banget! Tapi aku juga cinta banget sama kamu! Aku benci dengan perasaan ini! Sangat benci!
-love sasa-

Dear bisma..
Mungkin aku akan bernasib sama dengan zifanya sahabat kecil ku. FA, aku mau nyusul kamu boleh? Fa, aku kangen kamu, kamu baik-baik aja kan di sana? Fa, kayanya aku sama kaya kamu pergi tanpa melihatnya. Aku pengen curhat sama kamu fa, cuma kamu yg bisa ngertiin aku, tunggu aku di tempat terindah ya Fa? Kita pasti bertemu Fa! Tunggu aku!
-love sasa-

Selembar demi selembar ketas yang terdapat sebuah kata demi kata dan menjadi sebuah cerita ungkapan isi hati dari seorang gadis yang bernama sasa. Bisma, pemuda itu lah yang tengah membaca isi diary sasa 'tes' satu tetes kristal bening menitih dari matanya. "aaaarrrggg...." jeritnya frustasi.
"gue udah pernah bilangkan? Suatu saat loe akan ngerasain apa yang gue rasain bis." ujar ilham yang memperhatikan bisma dari ke jauhan.
***
Pagi ini langit terlihat begitu cerah. Pemakaman sasa pun akan di laksanakan pagi ini juga. Tepat pukul 08.00 jasad sasa akan di makam kan di tempat pemakaman umum di kota jakarta. Semua kerabat sudah berkumpul, disana sudah terlihat nyonya ratna, tuan hadi, nyonya sinta dan tuan hendra orang tua dari velita dan Ria. Disana juga terlihat sudah ada ria, thessa, novit, Rafael, Rangga dan tentunya velita. Velita, gadis itu sedari tadi terus menangi di pelukan novit. Novit pun ikut menangis, gadis itu merasa kehilangan sesosok seorang kaka untuk ke dua kalinya. Perlu di ketahui keluarga velita, zifanya, sasa dan luna sudah seperti keluarga jadi tidak heran bila salah satu di antara mereka ada yang terjatuh maka semuanya ikut terjatuh. " vel.." seseorang memanggil velita. Gadis itu langsung menoleh ke sumber suara. "kak kiki.." petiknya. Velita langsung berlari kecil dan langsung berhamburan memeluk kakaknya itu. "sasa kak sasa hiks" isaknya.
"iya vel, kakak tahu" ujar kiki dengan lirih ke dua gadis itu saling memelu dengan erat. Keduanya terisak dalam ke hilangan, menumpahkan rasa sedihnya dengan menangis. Semua orang yang berada disana melihat penuh haru dan pilu ke arah kiki dan velita. "kiki? Siapa dia?" ujar rangga dalam hati. Cukup lama kedua gadis itu berpeluka seorang gadis lain pun muncul. "vivi.." sapanya. Velita yang merasa nama kecilnya di panggil pun menoleh. "jahat sekali kamu luna! Sudah ku bilang aku tak mau di panggil vivi!!" ujar velita. Luna, gadis yang tadi memanggil velita dengan sebutan vivi pun tersenyum dan menghapus butiran bening yang menghiasi wajahnya. "tak mau kah peluk aku?" ujar luna. Tanpa harus menjawab velita langsung memeluk luna. "jangan memanggil ku vivi lagi! Karena pipi aku udah gak tembem lagi!" perotes velita. "biarin dong, kan sekarng yg akan manggil km vivi itu cuma aku seorang aja" sedikit ada candaan disana. Velita tidak menjawab dan terdengar isak tangis ke dua gadis itu. "hiks...hiks..." "kita harus ihklas" bisik luna pada velita. Velita, gadis itu hanya mengangguk saja.
***
pemakaman sasa sudah selesai sejak setengah jam yang lalu. Semua sahabat dan kerabat sudah berhamburan untuk pulang termasuk tuan hendra, nyonya sinta, tuan hadi dan nyonya ratna. Namun, tidak bagi luna, kiki, velita, rafael dan rangga. Mereka berlima masih betah berada di pemakaman itu. Luna, gadis itu menatap sendu ke arah makam yang bersebelahan dengan makam sasa. Luna pun ikut menabukan bunga di makam itu.
"Fa, maafin aku ya? Karena aku gak ada saat pemakaman kamu" ujar luna.
"maafin kak kiki juga ya Fa? Kak kiki pulang ke sini belum bawa gelar kaka sebagai janji kaka ke kamu. Maaf juga kaka gak bisa datang pas km pergi." ujar kiki yang memandang makam zifanya. Yap..makam sasa dan zifanya memang bersebelahan. "semoga kalian berdua tenang di alam sana" seru luna. "hy.." tegur kiki pada rangga karena Sejak dari tadi rangga hanya diam dan memperhatikan kiki.
"anda siapa? Kok anda dengan dia belum pulang" tanya kiki pd rangga.

END ya? Bye@Myannaluna

Tidak ada komentar:

Posting Komentar